bungkus rokok

Cigarette Dispenser, Bukan Kotak Rokok Biasa

Bisa selama ini kita mengenal dispenser sebagai wadah galon isi ulang, maka di luar negeri, dikenal juga istilah Cigarette dispenser, seperti namanya. Tak berbeda jauh dengan pengertian dispenser pada konteks galon isi ulang, cigarette dispenser ini adalah wadah untuk rokok yang bisa diisi ulang.

cigarette dispenser

rokok

Cigarette dispenser ini bisa dibilang adalah mesin isi ulang rokok. Ia digunakan untuk mengeluarkan rokok secara satuan dari dalam kotak. Cara pengeluaran rokoknya bervariasi dan unik, ada yang versi diputar, ada yang versi dipancing, bahkan ada yang versi sulap.

cigarette dispenser

Cigarette dispenser ini dulu banyak dipakai untuk menyuguh rokok kepada para tamu. Namun karena dinilai kurang praktis untuk dibawa, keberadaan cigarette dispenser ini semakin berkurang dan kemudian digantikan oleh kotak rokok yang dinilai lebih handy dan mudah dibawa.

rokok

Beberapa orang tua yang hobi merokok di rumah masih mempunyai cigarette dispenser ini.

Di Ebay, Cigarette dispenser yang terbuat dari bahan kayu biasa dijual seharga 300 ribuan. Sedangkan yang terbuat dari alumunium bahan lain harganya biasanya jauh lebih murah.

Gambar ilustrasi: Eko Susanto

bungkus rokok

Butet Kertaradjasa, Seniman Pengoleksi Bungkus Rokok

Indonesia punya banyak sekali orang yang hobi mengoleksi bungkus rokok. Dari mulai bungkus rokok klasik, bungkus rokok unik, sampai bungkus rokok dari berbagai daerah di luat negeri.

Nah, salah satu kolektor bungkus rokok yang cukup kesohor adalah Butet Kertaradjasa. Seniman yang dulu terkenal karena mengimpersonate sosok presiden ini dikenal sebagai kolektor bungkus rokok yang telaten. Tak tanggung-tanggung, koleksi bungkus rokok milik seniman satu ini bahkan telah menembus angka 4.000 bungkus rokok.

https://id.wikipedia.org/wiki/Butet_Kertaradjasa

Koleksinya bungkus rokok milik Butet ia simpan di beberapa sudut rumahnya di Yogyakarta. Sebagian besar koleksi miliknya adalah rokok-rokok dari merek yang tidak terlalu familiar bagi kebanyakan orang.

bungkus rokok

Butet sendiri sebenarnya tidak pernah berpikir untuk menjadi kolektor rokok. Awal ia mengoleksi bungkus-bungkus rokok dengan desain beragam tersebut bermula ketika ia sedang mampir ke kawasan Kediri.

Ketika mencari rokok di sana, ia menemukan merek-merek rokok unik yang tidak ia temukan kala ia berada di kota lain. Ada yang bermerek Suket Teki, Malioboro, Lodjie, Jatayu, Dahsyat, dan banyak lagi. Dari situlah akhirnya seniman yang juga sekaligus budayawan ini tertarik untuk mulai mengoleksi bungkus rokok.

https://id.wikipedia.org/wiki/Butet_Kertaradjasa

Namun sayang, belakangan diketahui bahwa Butet sudah tidak lagi aktif mengoleksi bungkus rokok seperti dulu. Kendati begitu, koleksi bungkus rokok miliknya masih tetap tertata rapi di sudut-sudut ruangan di rumahnya.

Gambar ilustrasi: Eko Susanto

Rafa, Si Kecil Kolektor Bungkus Rokok

Rokok selalu identik dengan produk orang dewasa, sebab ia memang hanya boleh diperjual-belikan kepada orang dengan usia minimal tertentu.

rokok

Untuk urusan menghisap rokok, boleh jadi memang ada aturan usia minimal tertentu, namun untuk urusan mengoleksi bungkus rokok, tentu saja tak ada batasan usia tertentu.

bungkus rokok

Nah, Terkait soal ini, beberapa waktu yang lalu, sempat beredar sebuah video youtube yang merekam seorang anak kecil bernama Rafa. Ia adalah anak kecil yang hobi mengoleksi bungkus rokok.

kolektor bungkus rokok

Dalam video singkat berdurasi 41 detik itu, Rafa memamerkan koleksi bungkus rokoknya yang ia pajang dalam bentuk kliping di sebuah buku gambar.

kolektor bungkus rokok

“Saya akan menunjukkan bungkus rokok yang terlangka,” begitu katanya sambil ditemani oleh kawan-kawannya.

Duuh, Rafa. Kecil-kecil sudah hobi koleksi bungkus rokok langka, semoga besok kalau sudah besar bisa jadi juragan tokok rokok atau kolektor bungkus rokok dari seluruh dunia.

Gambar ilustrasi: Eko Susanto

bungkus rokok

Berburu Rokok Tidak Terkenal di Grup Facebook Jual Beli Rokok

Selama ini, di facebook, kita mengenal adanya grup atau forum jual beli yang sering menjadi tempat bertemunya para pembeli dan pelapak dalam jual-beli sesuatu. Forum-forum jual beli ini biasanya dikelompokkan sesuai dengan wilayah atau produk yang dijual. Misal untuk forum jual antar wilayah, ada grup Jual Beli Magelang, Jogja Dol-Tinuku, Forum Jual Beli Semarangan, dan lain sebagainya. Sedangkan berdasarkan barang yang dijual, ada Forum Jual Beli Hape, Forum Properti, atau Forum Pasar Burung Online.

bungkus rokok

Nah, Jika selama ini, forum jual beli di facebook yang berdasarkan barang yang dijual biasanya adalah barang-barang semisal fashion, ternak, hape, dan sebagainya, ternyata ada juga lho forum jual beli yang khusus untuk rokok. Salah satu forum jual-beli khusus rokok yang ada di facebook adalah grup “Rokok Murah dan Ekonomis” yang beralamat di facebook.com/groups/697736563708857/

rokok

Sesuai dengan namanya, grup ini menjadi ajang pertemuan para penjual dan pembeli rokok. Jumlah member grup ini cukup banyak, per bulan oktober 2017, sudah ada lebih dari 2.500 member yang bergabung.

Nah, uniknya grup jual beli ini adalah, rokok yang ditawarkan di grup ini sebagian besar adalah rokok-rokok yang tidak terkenal. Maklum, grup online seperti ini memang menjadi salah satu cara promosi bagi produsen-produsen rokok kecil yang daya jangkau persebaran rokoknya tidak sebesar produsen rokok-rokok yang sudah mapan.

bungkus rokok

Karenanya, jangan heran jika dalam grup, akan banyak ditemukan posting-posting penawaran rokok dengan nama yang jarang kita dengar seperti Luffman, SMD, Jazz, Provost, Kujang Mas, dan masih banyak lagi.

Gambar ilustrasi: Eko Susanto

bungkus rokok

Mematikan Rokok Secara Sempurna

Mematikan api pada puntung rokok merupakan hal sederhana, saking sederhananya membuat para perokok tidak perhatian terhadap ini. Padahal terdapat teknik sederhana untuk mematikan rokok secara sempurna. Sebagai berikut:

1. Pastikan Rokokmu Telah Pendek

Rokok yang masih panjang terlalu sayang untuk dimatikan dan dibuang karena tahu sendiri kan harga rokok terus melejit naik. Jadi sebelum mematikan rokok kalian, hitung dulu rupiah yang terdapat di sana. Itu adalah cara efektif untuk berhemat apalagi di tanggal tua.

bungkus rokok

2. Patahkan Ujung Bakar Rokok

Mematahkan ujung bakar rokok adalah cara pertama dari langkah mematikan rokok secara aman. Cara ini akan membuatmu bisa memisahkan bagian rokok yang masih terdapat bara api dan yang tidak.

orang merokok

3. Tekan Bara Api

Cara selanjutnya, setelah rokok terpisah antara yang masih terdapat bara api dan yang tidak, adalah menekan bagian bara api sampai tidak terbakar dan asapnya lenyap. Bagian yang tidak terdapat nyala api dan masih di jari itu yang digunakan untuk menekan dan mematikan bagian rokok yang masih terdapat bara api.

rokok

4. Pastikan Tidak Ada Lagi Api di Asbak

Sebelum meninggalkan tempat membuang puntung rokok sebaiknya kalian periksa sekali tempat itu. Pastikan tidak ada api yang tersisa dari puntung rokok kalian. Cara terakhir ini menyempurnakan martabat kalian sebagai perokok.

Gambar ilustrasi: Eko Susanto

bungkus rokok

Tren Membuat Hiasan Dinding dari Bungkus Rokok Lawas

Perubahan peraturan terkait kewajiban pencantuman peringatan berbahaya pada bungkus rokok menimbulkan banyak perubahan drastis rokok dari segi perwajahan kemasan. Tidak ada lagi kesempatan bagi produsen rokok menyampaikan pesan-pesan positif di kemasan rokok, sebab yang boleh ada di bungkus rokok hanyalah peringatan berbahaya.

rokok

Perubahan tersebut justru membuat kemasan bungkus rokok lama diburu dan diberikan fungsi baru yakni sebagai hiasan dinding. Terutama bagi orang yang ingin menampilkan kesan lawasan dalam dokorasi rumah atau kafe.

bungkus rokok

Pilihan dekorasi ini tergolong murah, sebab sekarang masih banyak kemasan bungkus rokok yang sengaja disimpan oleh perokok.

Beberapa café di beberapa kota besar di Indonesia seringkali menggunakan klipingan bungkus rokok lawasan ini sebagai penghias ruangannya. Selain untuk memunculkan kesan vintage, hiasan dari bungkus rokok lawasan ini juga dinilai lebih artsy.

hiasan bungkus rokok

Gambar ilustrasi: Eko Susanto

bungkus rokok

Lagi, Dua Perusahaan Rokok Kretek Diakuisisi Asing

Rokok kretek adalah produk yang tidak bisa diproduksi di negara lain, karena ketersediaan bahan baku khusus (tembakau yang membutuhkan setidaknya 8 jenis tembakau dan cengkeh) yang tidak bisa dihasilkan di sembarang tempat sebab dipengaruhi oleh dukungan iklim dan tanah yang sesuai.

rokok

Alasan itulah yang membuat kretek sangat memenuhi untuk menjadi identitas budaya bangsa dan menjadi produk yang harus didukung serta diberikan perlindungan.

Tetapi, kenyataan lain yang terjadi, peraturan pemerintah tidak memihak atas produk ini. Cukai dan pajak naik setiap tahun demi memenuhi target pendapatan negara. Sebelumnya, terbit peraturan yang memberikan berbagai batasan bagi pabrik rokok sehingga tidak mungkin dilakukan dalam skala rumahan.

bungkus rokok

Sejumlah pengusaha lokal pun satu per satu melepaskan sahamnya kepada asing, setelah PT HM Sampeorna diambil alih Philip Morris, PT Bentoel Internasional Investma dikuasai British American Tobacco Group, dan Trikasti Purwosari Makmur diambil alih perusahaan rokok Korea Selatan KT&G.

Baru-baru, pengambilalihan saham rokok lokal kepada asing kembali bertambah, kali ini produsen rokok asal Tokyo, Japan Tobacco Inc, resmi mengakuisisi seluruh saham PT Karyadibya Mahardika dan PT Surya Mustika Nusantara dengan nilai US$ 677 atau setara Rp 9 triliun.

rokok

Dalam pernyatan pers yang dilansir Reuters, Jumat 4 Agustus 2017 disebutkan, “Termasuk utang kedua perusahaan tersebut, nilai kesepakatannya adalah US$1 miliar.”

PT Karyadibya Mahardika yang berdiri sejak 2007 merupakan pabrik yang mengeluarkan merek Apache, Absolute Mild, Ansolute Mild Menthol, Absolute Ruby, Minna Internasional, Minna barokah, Extreme Mild, Extreme Mild Menthol, Bheta, dan beberapa varian lain.

Sedangkan, PT Surya Mustika Nusantara adalah distributor untuk merek Apache dan Extreme yang diproduksi Karyadibya Mahadhika.

Gambar ilustrasi: Eko Susanto

bungkus rokok

Kisah Remaja 90-an Belajar Wirausaha dari Berdagang Bungkus Rokok

Di era tahun 90-an, ada permainan seru yang dimainkan remaja masa itu. Permainan yang menggunakan bungkus rokok. Biasanya bungkus rokok diberi nilai berbeda seperti mata uang saja. Semakin langka jenis bungkus rokok maka nilainya semakin tinggi.

rokok

Selain itu, bungkus rokok menjadi barang koleksi remaja saat itu. Ketika koleksinya unik, maka bungkus rokok bisa bernilai tinggi. Tak jarang terjadi pertukaran antar bungkus rokok karena seseorang ingin melengkapi koleksinya.

bungkus rokok

Hobi ini heboh, kata orang sekarang menjadi “trendingtopic”. Lantaran hebohnya, remaja masa itu sudah layaknya “Indiana Jones” yang pergi menjelajahi pelbagai tempat untuk mengumpulkan harta karunnya yakni bungkus rokok unik. Berbagai tempat sampah diaduk-aduk untuk mencari bungkus rokok.

rokok

Dari kegemaran ini terjadi transaksi di antara kolektor. Hal itulah yang membuat banyak anak-anak masa itu belajar ilmu berbisnis. Seperti kesaksian Adica Wirawan, yang kini menjadi pendiri gerairasa.com. Pelajaran berbisnis pertamanya tatkala menjual koleksi bungkus rokok langkanya, yakni rokok Commodore yang dijualnya kepada teman satu sekolahnya.

Gambar ilustrasi: Eko Susanto

bungkus rokok

Sugesti Rasa Rokok Berdasarkan Kemasan Rokoknya

Soal sugesti pasa rasa memang sulit diperdebatkan. Hal itulah pula yang terjadi pada rokok. Seorang perokok yang terbiasa mengkonsumsi rokok pada kemasan rokok isi dua belas akan menganggap rokok yang sama tapi isi enam belas akan lain rasanya. Meskipun secara bahan baku dan produksinya dilakukan secara secara bersamaan. Hanya kemasan pembungkus yang membedakan di antara keduanya. Satu berisi dua belas dan satunya lagi berisi enam belas.

Tetapi, seorang perokok yang fanatik terhadap kemasan rokok merek tertentu yang berisi dua belas apabila diberi rokok merek yang sama tapi berisi enam belas, maka dia akan mikir-mikir sebentar untuk mengambilnya. Begitu pula sebaliknya.

rokok

Tak hanya dari edisi jumlah isi pada kemasan, masalah desain pun kadang juga memberikan sugesti rasa yang cukup signifikan. Dulu, ketika Rokok gudang garam mengeluarkan kemasan edisi piala dunia, banyak orang yang mengatakan bahwa rasa rokok tersebut berbeda dengan rokok pada edisi kemasan yang biasa. Padahal, sama sekali tidak ada perubahan terhadap rokoknya, hanya kemasannya saja.

orang merokok

Hal tersebut juga terjadi sewaktu Djarum mengeluarkan kemasan edisi Djarum Adventure, banyak yang menganggap rasanya berbeda dengan kemasan yang biasa. Padahal ya sama saja.

Yah, namanya juga sugesti yang berbalut fanatisme. Unik, namun tak bisa disangkal keberadaannya.

bungkus rokok

Hanya saja, keadaan kadang membuat fanatisme itu runtuh apabila kebetulan rokok yang biasa diisap ternyata sudah tandas. Keadaan ini yang membuat perokok tersebut cenderung bersedia merokok dari kemasan berbeda, bahkan merek lain dari yang biasa dikonsumsi.

Terlebih rokok kemasan atau merek lain itu hasil berbagai dengan teman satu tongkrongan.

Gambar ilustrasi: Eko Susanto

bungkus rokok

Pamit Beli Rokok, Ternyata Nonton Bola ke Rusia

Kecintaannya terhadap sepakbola membuat Antonio Garcia, seorang lelaki berkebangsaan Meksiko, nekat membohongi istrinya. Bohongnya tidak main-main, ia pergi ke Rusia untuk menonton timnas Meksiko melawan Rusia di ajang Piala Konfederasi, padahal kepada istrinya, ia pamit untuk membeli rokok.

rokok

“Saya memberi tahu istri saya, saya akan pergi ke Oxxo (toko ritel populer di Meksiko) untuk membeli rokok, tapi saya tidak memberi tahu Oxxo yang mana,” kilahnya.

bungkus rokok

Perjalanan ke Rusia itu tidak hanya konyol, tetapi juga bisa menjadi bencana finansial, sebab uang yang digunakan untuk melakukan perjalanan tersebut adalah uang tabungan keluarga.

“Yang penting bisa dekat dengan timnas,” katanya, seperti dikutip laman Odditycentral.

Gara-gara tingkahnya itu, Garcia sempat menjadi perbincangan nitizen di Rusia. Tapi bukannya mengingatkan akan dimarahi sang istri ketika kembali ke Meksiko, mereka justru salut dengan nasionalisme Garcia.

rokok

Oalah, ada-ada saja pria satu ini.

Gambar ilustrasi: Eko Susanto