bungkus rokok

Mematikan Rokok Secara Sempurna

Mematikan api pada puntung rokok merupakan hal sederhana, saking sederhananya membuat para perokok tidak perhatian terhadap ini. Padahal terdapat teknik sederhana untuk mematikan rokok secara sempurna. Sebagai berikut:

1. Pastikan Rokokmu Telah Pendek

Rokok yang masih panjang terlalu sayang untuk dimatikan dan dibuang karena tahu sendiri kan harga rokok terus melejit naik. Jadi sebelum mematikan rokok kalian, hitung dulu rupiah yang terdapat di sana. Itu adalah cara efektif untuk berhemat apalagi di tanggal tua.

bungkus rokok

2. Patahkan Ujung Bakar Rokok

Mematahkan ujung bakar rokok adalah cara pertama dari langkah mematikan rokok secara aman. Cara ini akan membuatmu bisa memisahkan bagian rokok yang masih terdapat bara api dan yang tidak.

orang merokok

3. Tekan Bara Api

Cara selanjutnya, setelah rokok terpisah antara yang masih terdapat bara api dan yang tidak, adalah menekan bagian bara api sampai tidak terbakar dan asapnya lenyap. Bagian yang tidak terdapat nyala api dan masih di jari itu yang digunakan untuk menekan dan mematikan bagian rokok yang masih terdapat bara api.

rokok

4. Pastikan Tidak Ada Lagi Api di Asbak

Sebelum meninggalkan tempat membuang puntung rokok sebaiknya kalian periksa sekali tempat itu. Pastikan tidak ada api yang tersisa dari puntung rokok kalian. Cara terakhir ini menyempurnakan martabat kalian sebagai perokok.

Gambar ilustrasi: Eko Susanto

bungkus rokok

Pesan dari Satu Batang Rokok yang Dibalik

Kerapkali ketika nongkrong, kita mendapati ada satu atau dua orang teman yang mempunyai kebiasaan, begitu membuka bungkus rokok segera satu rokok dujumputnya tapi tak dirokok. Satu rokok tersebut dikembalikan lagi dengan ujung dibalik. Biasanya bagian tak berfilter diperlihatkan.

bungkus rokok

Jika anda adalah seorang perokok, maka fenomena ini mungkin pernah anda dapati dalam lingkungan pergaulan anda sesama perokok.

rokok

Nah, jika anda mengira kebiasaan ini sebagai kebiasaan yang tak ada maksudnya, maka anda salah besar. Sebab, kebiasaan ini rupanya adalah kebiasaan lumrah bagi sebagian perkok untuk menyampaikan pesan. Jika kamu mendapati teman yang punya kebiasaan itu, maka ia sebenarnya hendak menyampaikan pesan bahwa satu rokok tersebut akan menjadi rokok terakhir yang dihisapnya.

rokok

Artinya, kamu diperbolehkan mengambil berapa batang pun asal jangan rokok yang dibalik. “Laste” alias Rokok penghabisan, begitulah istilah lazimnya.

Gambar ilustrasi: Eko Susanto

Bungkus Rokok

TIPS ASYIK MENGEMAS BUNGKUS ROKOK

Pemberlakuan bungkus rokok wajib mencantumkan peringatan bergambar seram yang mulai diberlakukan pada 24 Juni 2014, membuat sebagian perokok mencari agar tidak melihat gambar peringatan tersebut. Cara-cara yang dilakukan cenderung unik dan asyik, sebagai berikut:

Bungkus Rokok

Bungkus Rokok

1. Tutup dengan Telepon Genggam
Bagi yang suka ngobrol, nongkrong, ngopi, sambil merokok dan merasa risih dengan bungkus rokok dengan peringatan bergambar bisa mengantisipasinya dengan cara ini. Kemasan rokok juga tidak seberapa besarnya. Kalau merasa risih cukup ditindih dengan telepon genggam. Alhasil, gambar editan Photoshop mulut rusak, paru-paru, dan tenggorokan, nggak akan menggangu kenikmatan kalian.

Bungkus Rokok

Bungkus Rokok

2. Anggap sebagai Ruang Berkreativitas
Peringatan bergambar mengambil seperampat bagian dalam bungkus rokok, di bagian depan dan belakang, Itu hanya sebagian kecil. Dan untuk menghilangkannya, kamu bisa menyobek bagian itu dan mengantikannya dengan gambar lucu melalui lukisan atau gambar. Langkah ini hitung-hitung memberi kesempatan bagimu untuk menyalurkan kreativitas.

3. Beli Eceran
Ancaman visual tak sedap akibat gambar peringatan yang wajib tersedia di bungkus rokok bisa terhindarkan apabila kamu membeli rokok secara eceran atau ketengan. Santai saja, dengan cara ini selain lebih irit juga membuat kamu pasti terhindar dari gambar seram.

Rokok

Rokok

4. Buang Bungkus Rokok pada Tempatnya
Ingat, jangan membuat hina orang merokok dengan membuang bungkus rokok sembarangan. Kebersihan itu sebagian dari iman para perokok. Makanya, setelah membeli rokok buang bungkus rokok pada tempatnya, cukup isap isinya saja.

Foto oleh : Eko Susanto

orang merokok

TERKUAK! SOSOK PRIA DALAM IKLAN DAN BUNGKUS ROKOK

Bila Anda melihat iklan-iklan rokok yang berproduksi setelah pertengahan bulan Juni 2014, maka Anda akan melihat sosok pria sedang menghisap rokok dan di sampingnya terdapat tengkorak, lalu di bawahnya ada peringatan “Merokok Membunuhmu”. Siapakah dia? Apakah dia orang Indonesia? Mengapa dia selalu muncul di iklan rokok? Banyak sekali perntanyaan tentang sosok pria tersebut. Jangan-jangan orang Indonesia yang mati akibat dibunuh oleh rokok.

bungkus rokok

bungkus rokok

Sosok Orang Merokok dalam Iklan Merokok Memunuhmu Bukan Orang Indonesia

Selidik punya selidik, ternyata sosok wajah berkulit sawo matang dengan kumis lebat dan rambut lebat yang terdapat dalam iklan rokok “Merokok Membunuhmu” bukan orang Indonesia. Gambar itu diimpor dari Thailand, dan lebih dahulu digunakan sebagai gambar peringatan di sana sejak 2012.

Tidak ada yang tahu dengan alasan apa sosok itu diimpor dari Thailand, selain cara itu sama sekali memperlihatkan bahwa pegiat antirokok tidak kreatif. Bahkan untuk pekerjaan sederhana memotret orang Indonesia yang merokok tidak dilakukan. Atau barangkali, sulit sekali menemukan orang Indonesia yang merokok terlihat tidak bahagia.

bungkus rokok

bungkus rokok

Kebijakan Impor Bungkus Rokok Seram

Mulai bulan Juni 2014, peraturan terkait kemasan bungkus rokok yang diedarkan di Indonesia wajib memasang gambar peringatan yang seram. Kebijakan yang tertuang dalam PP 109 Tahun 2012 ini mengadopsi Framework Convention on Tobacco Control (FCTC). Kesepakatan yang melibatkan berbagai negara dan paling cepat dalam merumuskan kesepakatan itu dalam sejarah Badan Kesehatan Dunia (WHO) menuai kecaman.

rokok

rokok

Sebab, di balik kecepatan meraih keputusan itu disebabkan ada aliran dana dari beragai Perusahaan Multinasional Farmasi yang mempunyai kepentingan dari bisnis nikotin. Dimana bila nikotin masih bebas beredar di pasaran dalam bentuk rokok, maka nilai ekonomis dari bisnis nikotin yang disiapkan oleh Perusahaan Multinasional Farmasi akan sulit untuk dijalankan.

Foto oleh : Eko Susanto